Laman

Cerita keseharian

STORY ABOUT ME

Sabtu, 30 Mei 2020

YANG LEBIH TULUS MENDOAKAN ADALAH ANAKMU

Penyusun: Raehanul Bahraen

Yang menyayangi-mu sejatinya: Orang tua, saudara, istri/suami dan anak-anakmu

Merekalah pahit-manis berbagi, Semua saling tulus mendoakan



Jika kau renungkan

Umur orangtua tidaklah lebih panjang darimu

Saudara-mu bisa jadi tersibukkan oleh keluarganya

Pasanganmu bisa jadi nyawanya mendahului

Terlebih ia menikah lagi



Tersisalah anak-anakmu

Dalam gelapnya kubur

Penantian panjang hari kebangkitan

Harapanmu

Harta dan kesuksesan anakmu

Ataukah doa mereka



Saudaraku

Didiklah, perbanyaklah dan berdoalah

Anak-anak yang shalih

Bermanfaat bagi manusia dan berakhlak

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Rabbi hablii minash shaalihiin”

“Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku anak-anak yang shalih”. (Ash Shaffaat: 100)



Pernahkah anda mendengar

Orang yang terheran-heran di Akhirat?

Terheran dari mana datangnya

Kedudukannya yang tinggi ini

Padahal ia sadar di dunia

Amal tidaklah banyak



Datanglah jawabannya:

“Karena Istigfar anak-anakmu”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

نَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ: أَنَّى هَذَا؟ فَيُقَالُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sungguhnya seseorang benar-benar diangkat derajatnya di surga lalu dia pun bertanya, ‘Dari mana ini?’ Dijawab, ‘Karena istighfar anakmu untukmu.’”

[Sunan Ibnu Majah no. 3660, dinilai hasan oleh al-Arnauth dalam tahqiq Musnad Ahmad]

Rabu, 27 Mei 2020

Sayangilah anak-anak kita

Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh

Semangat Dhuha



Rasululloh dulu pernah menegur seorang ibu. Anaknya sedang bermain dengan dan digendong oleh Rasululloh Shalallahu 'Alaihi Wassalam (ﷺ).

Lalu dia pipis mengenai pakaian Rasul Shalallahu 'Alaihi Wassalam (ﷺ).

Kemudian anak kecil itu segera dimarahi dan direnggut dengan kasar oleh ibunya karena mengencingi Rasululloh Shalallahu 'Alaihi Wassalam (ﷺ). Lalu Rasululloh menegur dan bertanya, “mengapa engkau memarahi dan merenggutnya dengan kasar?” Ibu itu menjawab alasannya. Rasululloh Shalallahu 'Alaihi Wassalam (ﷺ) lalu bersabda, “Sesungguhnya baju yang kotor ini bisa dicuci dan dihilangkan kotorannya, namun siapa yang bisa menghilangkan kekeruhan jiwa seorang anak atas bentakan dan renggutan yang kasar yang telah dilakukan kepadanya.”
(HR Muslim)

Tahukan kita di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh.

Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.”

Semoga kita semakin penuh kasih sayang dg anak2 kita,  cucu2 kita dan anak2 kecil lainnya.
Mereka butuh asih,  asuh dan asah bukan bentakan.


Selamat menunaikan ibadah shalat Dhuha, Semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin

Rabu, 20 Mei 2020

BERPRASANGKA BAIKLAH TERHADAP ALLAH

BERPRASANGKA BAIKLAH TERHADAP ALLAH..KARENA TIDAK ADA SATUPUN AIR MATA YANG JATUH SIA-SIA..

(Sumber: Copas grup WA ODOJ)

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

"Allah mempersiapkan bagi hamba-hambanya kedudukan (yang tinggi) di surga,yang mereka tidak akan mampu mencapai kedudukan tersebut hanya dengan amalan sholeh mereka.."

Mereka tidak akan mencapainya kecuali dengan ujian dan musibah,

Maka Allahpun menyiapkan sebab-sebab yang menggiring mereka kepada ujian dan musibah..

Kita tidak berharap untuk diuji apalagi tertimpa musibah,

Akan tetapi jika hal itu datang maka wajib bagi kita untuk bersabar..

Siapa tahu dengan ujian dan musibah ini kita dapat meraih kedudukan yang lebih tinggi di surga yang tidak mungkin kita raih dengan amalan sholeh lain kita..


Berprasangka baiklah terhadap Allah,

Karena tidak ada satupun airmata yang jatuh sia-sia, dalam setiap tetesnya terdapat kasih sayang Allah yang begitu dalam..

Dibalik ujian atau musibah semata-mata Allah hanya akan menyelamatkanmu,

Pasti akan ada hikmah yang begitu besar yang kita baru akan menyadarinya setelah ujian itu datang..

Orang yang paling beruntung dan mulia ialah ia yang taat terhadap perintah Allah dan bersabar ketika tertimpa musibah..

Rabu, 13 Mei 2020

Khubaib bin Adiy: Tawanan Berakhlaq Mulia

Kisah Pengantar Rehat


Pada hari yang ditetapkan untuk mengeksekusi sahabat yang mulia ini, anak-anak al-Harist membawa Khubaib keluar dari wilayah tanah haram Mekah. Mereka ingin melakukan eksekusi di luar tanah haram. Menjelang eksekusi, Khubaib mengajukan permintaan kepada mereka, “Berilah aku waktu sebentar saja untuk melakukan shalat dua rakaat.” Mereka pun mengizinkannya mengerjakan shalat dua rakaat.

Usai shalat, Khubaib berkata, “Sungguh seandainya kalian tidak menganggap aku takut (menghadapi kematian), tentu aku akan menambah jumlah rakaat shalatku. Ya Allah, hitunglah jumlah mereka, binaskanlah mereka satu per satu, jangan biarkan satu pun diantara mereka hidup.”

Kemudian Abu Sirwa’ah, Uqbah bin al-Harits mendekat dan mengeksekusinya. Begitulah, Khubaib bin Adi al-Anshari menemui kematiannya yang indah, syahid di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia merupakan orang yang pertama mencontohkan melakukan ibadah shalat sunnah sebelum dieksekusi.

Masya Allaah.. betapa mulia akhlak Khubaib meski ia seorang tawanan yang akan dieksekusi.

Demikianlah akhlak yang diajarkan rasulullah.
Bersikap baik, hatta terhadap musuh sekalipun. Sebagaimana yg dikatakan nabi, "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak."

☘☘ Semoga Bermanfaat

-----------------------

Sumber:
1. https://kisahmuslim[dot]com/4024-khubaib-bin-adi-tak-gentar-menghadapi-eksekusi-mati[dot]html
2. Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XI/1429H/2008M
3. fb Ika Aryani

Rabu, 06 Mei 2020

PANDAI MEMAAFKAN

(Sumber WA Grup ODALF)

Menjadi pribadi pemaaf adalah baik,
menjadi pribadi yangh pandai memaafkan tentu akan lebih baik.
Pandai memaafkan, berarti mudah dan cepat
dalam hal sesuatu yang memang harus segera dimaafkan.
Tidak akan menyimpan rasa marah apalagi dendam dalam hati.
Pandai memaafkan , tentu saja tidak akan menyimpan “penyakit” dalam hati dan pikiran kita.

Seorang ahli hikmah mengatakan, lupakanlah dua hal.
“Lupakanlah kebaikanmu kepada orang lain
dan lupakanlah kesalahan orang lain kepadamu.”

Insan yang pandai memaafkan bahkan membalas orang yang menyakitinya dengan kebaikan yang mengesankan.

Dari Uqbah bin Amir, dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu.” (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).

Sahabat……
Jadilah orang yang pandai memaafkan,
berikanlah maaf pada sesama dan semua…..
Memaafkan dengan segera, santun, tulus ,
dengan segenap kemampuan sering menyisakan jejak…
Jejak keagungan, jejak yang bisa dibaca dan menjadi pelajaran bagi sesama..

Mungkin ada di antara kita,
memilih menumpahkan kemarahan ketika harga diri dijatuhkan.
Mendahulukan emosi ketika orang menyakiti
dengan kalimat-kalimat sindiran yang disengaja.
Orang yang pandai memaafkan memilih untuk berterima kasih
dan meyakini adanya transfer pahala ketika mampu memaafkan.
Dan memilih tidak lagi harus khawatir,
karena harga diri manusia hanyalah akan jatuh di mata-Nya,
ketika dia menggadaikan diri pada perbuatan dosa dan maksiat….

Pandailah dalam memaafkan, sahabat…
Termasuk pandailah memaafkan diri kita sendiri…
Agar kita bisa menikmati kilaunya pagi…
bisa meresapi indahnya jingga senja hari…….

“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.
Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?
Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur :22)



#SemangatPagi
#SemangatMembumikanAlQuran
#SemangatOneDayHalfJuz
#YukTilawah