Laman

Cerita keseharian

STORY ABOUT ME

Rabu, 21 April 2010

SURAT KARTINI

Sahabat, selamat hari kartini.

Artikel dibawah diunduh dari http://kolomkita. detik.com/ baca/artikel/ 3/1490/surat_ kartini_2010
Jikalau bu Kartini masih hidup tahun 2010, mungkin begini gambaran surat beliau ke sahabat
beliau di belanda..

CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Surat Kartini 2010
Gemala Putri - Bogor

*) Apa yang akan ditulis Kartini kepada sahabatnya Stella Zeehandelaar jika beliau lahir pada abad ini, mungkin bukan surat yang diantar dengan kapal laut dan memakan waktu berbulan bulan, tapi mungkin sudah berupa email.

Emansipasi perempuan bukan lagi menjadi subyek keluhannya, karena sekarang perempuan sudah bebas bersekolah dan berkarir setinggi tingginya. Tapi mungkin kini ia mengeluhkan tingginya biaya bersekolah, karena pemerintah menarik subsidi pendidikan. Mengeluhkan penyelewengan yang berseliweran di negerinya.

Seperti inilah kurang lebih dalam imajinasi saya :


Bagiku Stella,.. masalah yang dihadapi oleh bangsaku kini adalah tingginya biaya pendidikan. Bayangkan Kalau dulu bangsamu perlahan membuka sekolah sekolah untuk para pribumi, ....kini para pembesar negeriku menutup kesempatan itu. Mereka merampas kesempatan satu satunya yang dimiliki saudaranya yang miskin dan melarat untuk merubah nasib melalui pendidikan. Pemerintahku mencabut subsidi yang sangat diperlukan oleh anak anak miskin untuk melanjutkan pendidikannya.

Kini perguruan tinggi kembali menjadi milik para pembesar dan kaum berpunya. Dengarlah Stella,.... keluhan orang tua tak berpunya yang membanting tulang siang malam demi biaya kuliah anak mereka. Berapa banyak tangan tengadah untuk memanjatkan doa di malam sepi, meminta agar diberikan sedikit rejeki demi sang anak.

Kini STOVIA hanya membuka pintunya sedikit saja untuk yang tidak ber-uang. Oh ya, STOVIA kini sudah berganti menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia jika kau belum tahu, tidak cukup otak pintar untuk menuju ke sana, tapi juga uang yang banyak.

Karena biaya pendidikan yang mahal itu, aku tidak heran jika para dokter menerapkan tariff mahal yang tidak mampu dijangkau oleh sebagian besar rakyat kami. Sementara penyakit penyakit aneh mulai bermunculan. Aku ingin bercerita tentang bayi berkepala besar yang terkatung katung di kampungnya. Orang tuanya tidak mampu membawanya berobat karena ketiadaan biaya. Surat miskin yang dikeluarkan oleh kepala desa tidaklah bermanfaat. Rumah sakit penuh dengan pasien melarat, pemerintah kami hanya mengeluarkan pernyataan tanpa tindakan.

Ingatkah kau akan Tjipto Mangoenkoesoemo? Betapa ia dulu dengan sukarela memberantas wabah pes yang merebak di seantero negeri, tanpa imbalan. Aku berharap akan ada Tjipto Tjipto lain, walaupun dengan rasa pesimis.

Duhai sahabatku,.. kini hatiku pedih oleh rintihan para pedagang, pengrajin dan petani kecil negeriku. Mereka orang orang yang tabah, membangun usahanya tanpa bantuan pemerintahku.

Berusaha mandiri dan tidak bersandar menjadi orang gajian semata. Tahukah kau Stella,.... setelah mereka memeras peluh memproduksi kebutuhan kami, sekonyong pasar diserbu oleh barang barang dari negeri seberang lautan. Pemerintah kami yang membuka pintu lebar lebar. Mereka tidak ingin bersusah payah mengurusi para petani dan pedagang kecil itu.


Bukankah rakyat negeriku sangat rajin Stella? Mereka berjuang beratus tahun, dari perang ke perang, dari tanam paksa, menjadi romusha sampai mengantar nyawa putra putra terbaik kami untuk meraih kemerdekaan.

Apakah kami sudah merdeka? Memang tidak ada lagi cambuk yang menggelegar menghantam tubuh kami. ....Tapi cambuk itu sudah berganti menjadi perjanjian perjanjian dagang bebas tarif antar Negara yang dengan cepat mencekik kami hingga sekarat.

Tapi kami masih tetap tegar tidak berputus asa, jika keadaan disini tidak tertahankan mengembaralah para lelaki dan perempuan kami ke negeri seberang. Apa pun kami lakukan demi mempertahankan daya hidup. Ketahuilah Stella kami bukan bangsa pemalas, saat rakyatmu masih bergelung dalam selimut di pagi buta, kami telah terjaga dan berjuang di jalanan, melawan situasi yang tak bersahabat.

Dulu, dibawah kekuasaan bangsamu ..kami masih mempunyai tanah untuk ditanami, sekarang semua musnah. Kau akan kaget... Sahabat, negeriku yang dulu hijau permai, kini penuh gedung tinggi. Di tanah kamilah gedung gedung itu berdiri, tidak semua untuk gedung, ada tanah kami yang terendam lumpur tanpa tahu apa dan siapa penyebabnya sehingga sebagian dari kami terlunta lunta kehilangan mata pencaharian.

Duh, sahabat, kini tanah kami mulai meranggas, namun masih tetap kaya raya. Kini orang orang asing itu kembali bukan untuk tanaman tapi untuk tambang..... . Para pembesar negeri yang mengundang mereka. Mereka mengaduk ngaduk tanah kami untuk emas, tembaga, batu bara, minyak bahkan gas. Kami hanya bisa menonton tanpa menikmati. Kekayaan negeri tidak lagi digunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Pasal pasal kesejahteraan rakyat yang susah payah dirancang oleh para Bapak bangsa kini tinggal arsip usang yang terabaikan.


Stella, aku tidak menyesal tidak jadi bersekolah di Belanda, di sini aku bisa tetap dekat dan melihat kondisi rakyatku. Aku akan berkeliling dari Sabang sampai Merauke mencoba bersama sama membangun industri rumah tangga yang nyaris binasa. Kau masih ingat kerajinan rakyat dari Jepara, tanah kelahiranku? Betapa indah bukan motif motif ukiran itu?

Ukiran itu adalah kekayaan rakyatku sejak ratusan tahun yang lalu, namun seakan belum puas masih ada bangsa asing yang tergiur dengan motif motif itu dan berusaha mengakui itu sebagai miliknya.

Stella, kenapa negeriku yang indah tak permanai ini terus menerus dirundung malang? Apa dosa kami.,,,, Mengapa anugerah yang kami terima selalu ingin dirampas oleh bangsa lain.

Tapi aku yakin, Tuhan tidak tidur. Ia tahu dan Ia menunggu.

Jika kau sempat ke Indonesia, kau akan kuajak menikmati hari hari di negeriku. Bangun pagi buta, memasak, pergi bekerja, berdesak desakan dalam kendaraan umum yang jauh dari nyaman sambil menghirup asap beracun dari saluran pembuangan kendaraan bermotor. ,,,,Sungguh berbeda dengan negerimu yang serba teratur.,,,, Di sini keringat kami biasa terperas tanpa mengeluh.

Datanglah sahabat, aku menunggu.
Rembang, 21 April 2010

Jurnal Teknika

Simulasi Perancangan Ridge Waveguide Laser untuk Radio Over Fiber (ROF)
Irma Saraswati
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Jl. Jend. Sudirman Km.3 Cilegon, Banten Indonesia 42435
irma_saraswati@yahoo.com

Abstrak. Pengguna komunikasi memerlukan sistem komunikasi yang efektif digunakan kapanpun, dimanapun dan di semua media yang diinginkan. Sistem komunikasi tersebut lebih efektif dilakukan oleh jaringan nirkabel yang memanfaatkan teknologi radio over fiber (ROF) dengan sistem jaringan RF yang menggunakan serat optik mode tunggal. Untuk itu diperlukan divais laser semikonduktor yang mempunyai noise dan distorsi rendah pada frekuensi tinggi. Pada penelitian ini dilakukan studi mengenai teknologi informasi, ROF dan laser semikonduktor serta merancang secara optimal laser yang sesuai aplikasi ROF yaitu laser Ridge Waveguide. Dibutuhkan optimalisasi menyeluruh tebal lapisan di daerah aktif dan separated confinement heterostructure (SCH) pada laser agar tidak menurunkan kinerja parameter lain. Dari hasil simulasi didapat struktur ridge waveguide menghasilkan operasi single mode 1550 nm dengan optical confinement factor 0,186, sudut keluaran cahaya (far field divergence) 450, optical loss 0,003 cm-1, interval grating duty cycle antara 0,5-0,6 dan loss permukaan 24 cm-1.
Kata kunci: Laser ridge waveguide, ROF, confinement factor, far field

Abstract. Present consumers need reliable and cost effective communication system that can support anytime, anywhere, and anymedia they want. Communication system will be effective with wireless using radio over fiber (ROF) technology. Link ROF system is most common RF transmission uses single mode optic fiber. For that purpose, semiconductor laser device which low noise dan low distortion at high frequencies is needed. Studied in this research are focused on information technology, ROF and semiconductor laser. Then optimum laser was designed due to ROF application in ridge waveguide laser. However, a whole optimalization on thin layer at active region and separated confinement heterostructure (SCH) is needed in order not to reduce other parameter performance. This simulation results ridge waveguide structure which single mode 1550nm with optical confinement factor 0,186, far field divergence 450, optical loss 0,003 cm-1, grating duty cycle interval 0,5-0,6, and surface loss 24 cm-1.
Key words: Ridge Waveguide Laser, ROF, confinement factor, far field

Yuk Cium istrimu....

Membangun hubungan pernikahan harmonis dan langgeng adalah dambaan setiap pasangan. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas hubungan rumah tangga. Bukan hanya hal-hal serius, namun juga sesuai yang terkesan sepele.

Seperti dikutip dari laman Telegraph, faktor penting yang sering dilupakan ketika pasangan melangkah ke dalam kehidupan rumah tangga adalah ciuman. Melakukannya empat kali sehari akan mempererat ikatan emosional.

Ciuman tak melulu beradu bibir, namun juga bentuk-bentuk ciuman hangat di kening atau pipi. Biasakan mengomunikasikan rasa sayang dengan ciuman hangat menjelang berangkat kerja, atau beranjak tidur.

Ditambah pelukan tiga kali sehari, bercinta tiga kali seminggu, mengucap kalimat 'aku sayang kamu' sehari sekali, melakukan hobi yang sama, serta melakukan makan malam romantis sebulan sekali akan membuat hubungan harmonis selalu terjaga.

Kesimpulan-kesimpulan itu didapat berdasar survei yang dilakukan terhadap 3.000 pasangan menikah yang memiliki hubungan sangat harmonis. "Banyak komponen yang menentukan pernikahan sempurna, termasuk jarak usia, lama kencan, dan waktu menikah," kata Carol Richardson dari confetti.co.uk.

Survei juga menunjukkan, pasangan dewasa saat ini, terutama wanita, lebih mengutamakan sukses karir dalam hidupnya. Mereka menempatkan romantisme pernikahan di tempat kedua. Temuan lain, usia tepat bagi pria untuk menikah dan membangun rumah tangga harmonis adalah 31 tahun.

Memberi pasangan kejutan spesial setahun sekali juga berhasil memupuk rumah tangga bahagia. Yang tak kalah penting adalah komunikasi terjaga. Biasakan saling mengabarkan kondisi di sela-sela kesibukan kerja. Banyak media yang bisa dimanfaatkan seperti telepon, pesan singkat, atau email. Tapi, jangan menjadi posesif.