Laman

Cerita keseharian

STORY ABOUT ME

Sabtu, 21 Februari 2015

AYO BELAJAR ISTILAH BAHASA ARAB

(YANG SERING DITULIS OLEH PARA PENGGUNA DUNIA MAYA)

Bismillahirrahmanirrahim…

Akh (saudara pria 1 orang)

Akhi (saudaraku pria 1 orang)

Ukht (saudari perempuan 1 org)

Ukhti (saudariku perempuan 1 org)

Ikhwan/ikhwah (saudara pria banyak)

Akhawat (bukan akhwat, saudari perempuan banyak)

Ana (saya, dalam bahasa Betawi digunakan ane)

Anta (Anda, untuk laki-laki. Dalam bahasa Betawi digunakan ente)

Anti (Anda, untuk perempuan)

Antunna (Kalian, untuk perempuan banyak)

Antum (Kalian, untuk laki-laki banyak. Tapi kata ini sering juga digunakan untuk Anda (1 laki-laki), dalam rangka penghormatan). Misalnya ketika berbicara kepada yang lebih tua atau dihormati, digunakan kata Antum meskipun orangnya satu.

Jazakallaahu khayran (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, untuk saudara laki-laki 1 orang).

Jazakumullah khayran (semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan, untuk laki-laki banyak, bisa juga digunakan untuk campur laki-laki dan perempuan banyak)

Jazakillaahu khayran (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, untuk saudara perempuan 1 orang).

Jazakunnallaah khayran (semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan, untuk saudara perempuan jumlah banyak).

Wa jazakallaahu khayr atau waanta fa jazakallaahu khayr (semoga engkau juga dibalas dengan kebaikan, jawaban bagi yang mengucapkan jazakallaahu khayr, untuk laki-laki)

Wa jazakillaahu khayr atau waanti fajazakillaahu khayr (sama dengan: no 14, tapi untuk perempuan)

Wa jazakumullaah khayr

Wa jazakunnallaah khayr

Syukran (terima kasih, bisa untuk laki-laki atau perempuan)

  na'am نعم atau wakadzalika aidlan    (sama-sama, jawaban untuk org yg mengucapkan syukran)

Al afwhu (maaf)

Ittaqillaah haitsumma kunta (bertaqwalah kamu kepada Allaah dimanapun kamu berada)

Yassarallah/sahhalallah lanal khaira haitsumma kunna (semoga Allaah mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada)

Allahummaghfir lana wal muslimin (ya Allaah ampunilah kami dan kaum muslimin)

Syafakallaah (semoga Allaah menyembuhkanmu : laki-laki)

Syafakillaah : semoga Allaah menyembuhkan mu : perempuan)

Syafahallaah (Semoga Allaah memberikan kesembuhan kepadanya perempuan)


 (Syafahullaah) Semoga Allaah memberikan kesembuhan kepadanya (laki).

Fii amaanillah (Semoga dalam lindungan Allah)

Ilalliqa’ (Sampai ketemu lagi, diucapkan oleh orang yang mau pamit)

Ma’as salaamah (semoga dalam keselamatan, dijawab oleh yang dipamitin)

Barakallaah fiikum (semoga Allah memberkahi pada kalian)

Allahu yubarik fikum (semoga Allah memberikan kalian berkah)

Barakallaahu fiyka (semoga Allah memberkahimu, laki)

Barakallaahu fiyki (semoga Allah memberkahimu, perempuan)

Ahsanta (Engkau bagus, untuk laki-laki 1 orang. Biasanya digunakan buat memberikan pujian ketika seseorang melakukan keberhasilan)

Ahsanti (Engkau bagus, untuk perempuan 1 orang. Biasanya digunakan buat memberikan pujian ketika seseorang melakukan keberhasilan)

Na’am (Ya, buat laki-laki atau perempuan)

La (Tidak, buat laki-laki atau perempuan)

Shahih (Benar)

dho'if (lemah)

maudhu' (palsu)

Sobahul khair (selamat pagi)

Sobahunnur (jawaban selamat pagi)

Masa ul khair (selamat petang)

Masa un nur (Jawaban selamat petang)

Tusbihu ‘alal khair (selamat malam)

Yakfi (Cukup. Dalam bahasa Inggris sama dengan kata enough).

Tafadhal (silakan untuk umum).

Tafadhalla (silakan, untuk laki-laki 1 orang, tapi bisa juga untuk umum).

Tafadhally (silakan, untuk perempuan 1 orang)

Mumtaaz (Keren, bagus banget, untuk pujian)

Laa Adri (Tidak tahu)

Shadaqta (engkau benar, untuk laki-laki. untuk perempuan : shadaqti)

Allahul musta'an (hanya Allah-lah tempat kita memohon pertolongan)

Wa anta kadzalik : (begitu juga kamu)

Zadanallah ilman wa hirsha (semoga Allah menambah kita ilmu dan semangat)

Allahu yahdik (semoga Allah memberimu petunjuk/hidayah)

Hadaanallah (semoga Allah memberikan kita petunjuk/hidayah)

Hafizhahullah (digunakan untuk laki laki ketiga tunggal (tidak ada didepan kita ).                Artinya semoga Allaah menjaga'nya' (nya disini misal ... Kita membicarakan ustadz Yahya.. Maka kita gunakan kalimat.. Ustadz Yahya hafidzohullah))      

 Hafizhakillah (Jika kita gunakan kalimat doa ini untuk org yg ada di hadapan kita..misal.. Mbak Mia berkata ke mbak Nana.. Maka digunakan..)

Semoga Bermanfaat ! Barakallaahu fiikum..
📚 Takhassus As sunnah 🏢

Minggu, 15 Februari 2015

JAZAAKALLAHU KHAIRON


Sering kita mendengar kalimat "Jazaakallah Khairon'atau "Jazaakallahu khairon katsiiron" atau "Jazaakallahu Ahsanal Jazaa".
Apa maksudnya? Apakah ucapan terimakasih?

Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :
"Apabila ada seseorang mengucapkan kepada saudaranya 'Jazaakallah', maka sesungguhnya dia telah sangat menyanjungmu (sangat berterima kasih kepadamu karena dia menyerahkan kepada Allah untuk membalas kebaikanmu)."

Jazaakallah adalah kalimat kebaikan yang menunjukkan segenap kebaikan di sisi Allah.

Jazaakallah artinya :  semoga Allah menganugerahkan kepadamu surga-Nya.

Jazaakallah artinya : semoga Allah menganugerahkan kepadamu kenikmatan melihat wajah-Nya kelak di surga.

Jazaakallah artinya : semoga Allah menyelamatkanmu dari neraka jahannam.

Jazaakallah artinya : semoga Allah memberikan keselamatan untukmu di saat huruhara hari kiamat.

Jazaakallah artinya : semoga Allah melindungimu dari syaithon yang terkutuk.

Jazaakallah artinya : semoga Allah memberimu rezeki yang penuh barkah.

Jazaakallah artinya : semoga Allah menjadikan engkau orang yang berbakti kepada orang tuamu.

Jazaakallah artinya : semoga Allah menjadikan engkau senantiasa mengikuti sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Berkata Umar ibn Khatthab radliyallahu 'anhu:
"Jikalau seseorang tahu apa yang terkandung dari ucapan 'JazaakAllah',niscaya akan memperbanyak untuk mengucapkannya satu sama lain."


JazaakAllah kita sampaikan kepada yang memberitahukan faedah ini.

JazaakAllah kita sampaikan kepada yang menerima faedah ini.

Dan JazaakAllah juga kita sampaikan kepada yang menyebarluaskannya..!

Aamiin... walhamdulillaahi Robbal'aalamiin.


*) disarikan dari taushiyah Abuya Yahya di Masjid Raya al-A'zhom Tangerang.

JAZAAKALLAHU KHOIRON

Makna Kalimat
JAZAAKALLAHU KHOIRON

Terkadang kita mendengar ucapan Jazaakallahu Khoiron, lalu apa maknanya kalimat tersebut
Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam : "Apabila ada seorang mengucapkan kepada saudaranya jazaakallahu khoiron, maka sungguh dia telah sangat menyanjungmu (sangat berterima kasih kepadamu karena dia menyerahkan kepada Allah untuk membalas kebaikanmu)". Jazaakallahu khoiron adalah kalimat kebaikan yang menunjukkan segenap kebaikan di sisi Allah.
◎ Jazaakallahu khoiron artinya semoga Allah menganugerahkan kepadamu surga-Nya.
◎ Jazaakallahu khoiron artinya semoga Allah menganugerahkan kepadamu kenikmatan melihat wajah-Nya kelak di surga.
◎ Jazaakallahu khoiron artinya semoga Allah menyelamatkanmudari neraka jahanam.
◎ Jazaakallahu khoiron artinya semoga Allah memberikan hidayah untukmu di atas Shirothol Mustaqim.
◎ Jazaakallahu khoiron artinya semoga Allah melindungimu dari syaithon yang terkutuk.
◎ Jazaakallahu khoiron artinya semoga Allah memberikan rezeki yang penuh berkah.
◎ Jazaakallahu khoiron artinya semoga Allah menjadikan engkau selalu berbakti kepada orang tuamu di dunia dan akhirat.
◎ Jazaakallahu khoiron artinya semoga Allah menjadikan engkau senantiasa mengikuti sunnah nabi-Nya صلى الله عليه وسلم.

✏Berkata sayyidina Umar bin khattab رضي الله عنه: "Jikalau seseorang tahu apa yang terkandung dari ucapan jazaakallahu khoiron, niscaya akan memperbanyak untuk mengucapkannya satu sama lain".

Jazaakallahu khoiron kita ucapkan kepada yang menerima faedah ini.
Dan jazaakallahu khoiron kita juga ucapkan kepada yang menyebar-luaskannya..

Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat.....

Sabtu, 14 Februari 2015

Menepati janji, Saling percaya dan Memaafkan

MSM (Menepati janji, Saling percaya dan Memaafkan )

Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"

"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".

Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.

"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.

"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.

"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,

"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.

"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".

"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?", tanya Umar.

"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.

"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".

Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.

"Salman?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.

”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji...” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"

Kemudian Salman menjawab :
" Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.

“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian...” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.

”Allahu Akbar!” teriak hadirin.

Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya..
Allahu Akbar…!

Sabtu, 07 Februari 2015

MANISNYA PERMEN


"MANISNYA PERMEN MASIH TERASA DI LIDAH..."

Seorang lelaki tua terbaring lemah di sebuah rumah sakit. Seorang pemuda datang menengoknya setiap hari dan menghabiskan waktu berjam-jam bersama lelaki tua itu. Pemuda itu menyuapinya, membersihkan badannya, dan membimbingnya berjalan-jalan di taman, lalu membantunya kembali berbaring. Pemuda itu baru pergi setelah merasa bila lelaki tua itu sudah bisa ditinggal.
Suatu ketika perawat yang datang memberi obat dan memeriksa kondisi orang tua itu berkata: "Bapak punya anak yang berbakti. Setiap hari ia datang untuk mengurus Bapak. Sungguh beruntung ya, Pak.”
Lelaki tua itu memandang perawat itu sejenak, lalu memejamkan kedua matanya. Dengan nada sedih, lelaki tua itu berkata: "Saya berangan-angan, seandainya ia adalah salah seorang anak saya. Ia adalah anak yatim yang tinggal di lingkungan tempat tinggal kami.
Dulu sekali, saya melihatnya menangis setelah kematian ayahnya. Saya pun menghiburnya, dan membelikan permen untuknya.
Setelah itu saya tidak pernah lagi berbincang dengannya. Kemudian ketika ia tahu kalau saya dan istri hanya tinggal berdua saja, ia pun berkunjung setiap hari untuk memastikan kami baik-baik saja. Ketika kondisi fisik saya mulai menurun, ia mengajak saya dan istri saya tinggal di rumahnya, lalu secara rutin membawa saya ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatan.Saya pun pernah bertanya padanya: 'Nak, mengapa engkau menyusahkan diri untuk mengurus kami?' Sambil tersenyum anak itu menjawab, ‘Manisnya permen masih terasa di mulut saya, Pak'.

Orang yang baik hatinya pasti akan mendapatkan imbalan yang baik pula dari Sang Pencipta.
Maka, jangan memikirkan untung/rugi ketika mempunyai kesempatan untuk membantu orang yang perlu bantuan. Lakukan saja perbuatan baik secara spontan, dengan hati yang tulus dan ikhlas karena hukum Tuhan tidak pernah salah.
Apa yang kita tanam pasti akan kembali kepada kita pula, bahkan berkelimpahan...