Laman

Cerita keseharian

STORY ABOUT ME

Minggu, 24 Juli 2011

Kecelakaan Tol Merak- Jakarta 27 Maret 2012

Innalillahi wainnaillaihi rojiun....semua kembali kepada-Mu ya Alloh Yang Maha Penguasa semesta alam.
Setelah lama tidak ada kekuatan untuk mengingat kejadian itu, aku berusaha menuliskan untuk mengingat bahwa apapun bisa terjadi, kita tidak tahu apa rencana Alloh untuk kita. Selalu berbuat baik, hilangkan dengki, iri dan amarah di hati.
Hari sabtu malam minggu, 26/03/2011 aku  mengerjakan tugas mata kuliah Analisa Kualitatif Kuantitatif (AKK) sambil bertdiskusi dengan teman-teman sesama S3 lewat email grup kami. Bahkan aku tidak tidur sampai  pagi karena senin harus mengumpulkan UTS tersebut ke email Pak Harinaldi (dosen T.Mesin UI). Jam 4 pagi kami berangkat menuju Depok bersama ke-3 anakku, jam 5 kami istirahat di Tempat Istirahat km.45 untuk sholat subuh.
Sesampai di tol Tangerang barat/bitung menuju Tangerang timur, kami melihat ada karung yang menghalangi jalan kami sehingga  suami banting stir ke kiri dan mobil kami menabrak beton-beton di pinggir jalan. Mobil kami jatuh sedalam 3 meter, terbakar di bagian kap depan. Kami berusaha mengeluarkan anak-anak. Alhamdulillah semua bisa keluar tapi mobil terbakar habis.
Kami meminta tolong pada mobil-mobil dijalan tapi tak satupun mobil pribadi yang berhenti  sampai dengan Alloh memberikan pertolonganNya lewat sebuah bis kota berhenti dan mau menolong kami. Akhirnya malah kami di tawari sebuah mobil pribadi/kijang ke RS Siloam karawaci.
doa-ku: Alloh, jika Engkau masih mempercayai hamba mandidik Muthi, selamatkan Muthi dan berilah kesehatan padanya, ijinkan aku merawatnya, muthi baru Engkau titipkan 1 bln, janganlah engkau ambil dia.....
Sampai di IGD Instalasi gawat darurat: keadaan Marsha lecet-lecet, Daiyan mukanya lembam dan kakinya terkilir, tanganku sakit dan Muthi sangat mengkhawatirkan keadaannya, tangan kiri-ku tidak bisa digerakkan dan Mas Untung dalam keadaan yg baik-baik saja.
Astagfirullah, begitu banyak dosa yg ku perbuat sehingga aku mengalami semuanya......
Sangat sulit aku menceritakan apa yg terjadi selama Muthi 10 hari di RS. Hanya dia-lah yg mengalami hal terburuk.
Alhamdulillah kami diijinkan pulang di hari Rabu,6 april 2011, dengan catatan Muthi masih harus kontrol lanjutan.
Padahal tgl 4-5 April adalah pernikahan adikku yg perempuan, terpaksa kami tdk bisa datang.
Alloh mempunyai rencana lain dan pasti ada hikmah di semua kejadian, cuma sampai saat ini aku belum memahaminya.   


Minggu, 10 Juli 2011

Mahasiswa Master dan Doktoral DDIP 2010 FT UI

Teman-teman kelas A bahasa Prancis di Universitas Indonesia.
 Kami semuanya sekitar 60 orang penerima beasiswa DDIP (Dual Degree Indonesia -Prancis) yang terbagi dalam 4 kelas bahasa. Tingkat pendidikan kami terdiri dari mahasiswa doktor, master dan fast track (percepatan S1&S2 bersamaan). Kelas bahasa ini kerjasama UI-CCF kepanjangan tangan dari DIKTI dan Kedutaan Besar Prancis Bagian Pendidikan. Guru-guru yang mengajar di Kelas kami antara lain Mr. Danar, Mml.Indri dan Mml
Kelas D dimulai dengan pengajar
Kelas A dengan pengajar Immanuel ( Berdiri Ka-Ki: Waryati, Dwi Yanti, Surya Darma, Immanuel, Toha Saleh, M.Yusro, Aku, Muji Santosa, Jefri Bale, Rushendra, Khoirul, Mona Arif Muda, Agus Sukandi. Jongkok Ka-Ki: Dimas Novrisal, Tonggam Ferdinan, Andrisyah)

Kelas A dengan pengajar IIndri ( Berdiri Ka-Ki: Waryati, Aku, Dwi Yanti, Indri, Rushendra, Muji Santosa, Khoirul, Tonggam Ferdinan, Dimas Novrisal, Mona Arif Muda, Maula Sulistiawan. Jongkok Ka-Ki:   Andrisyah, Agus Sukandi, Surya Darma, M.Yusro, Toha Saleh,Jefri Bale )


Sebagian besar DDIP 2010



Minggu, 03 Juli 2011

Doctoral Student 2010 (Faculty of Engineering, University of Indonesia)

Berfoto bersama setelah kuliah Analisa Kualitatif Kuantitatif (AKK) bersama Dosen Pengajar Dr. Isti Mei 2011 

Kesibukan Pra UAS AKK

Mahasiswa S3 DDIP 2010 bersama para profesor dari Prancis sedang makan malam bersama di bandar Jakarta Ancol 2011



Senin, 07 Februari 2011

Anak ke-3 kami lahir di RS Bunda Margonda Depok

Subhanalloh....siapa yang menyangka aku melahirkan di Depok? Anakku lahir pada hari Minggu, 06 Februari 2010 jam 19.12 WIB di RS Bunda Margonda deket kos-ku di Jl. Stasiun Pondok Cina.
Sabtu kemarin aku berangkat ke  UI Depok dalam keadaan marah, sehingga aku bilang aku mau melahirkan di Depok saja. Jadi aku agak bermalas-malasan pada malam minggu, jalan-jalan dan sempat makan ayam bakar "Mas No" di Margonda. Sampai dengan Minggu, aku terbangun jam 12 karena mau solat dhuhur & merasa ngompol, tapi kok ga bau pesing? aku yakin ini air ketuban. Wah..gawat nih sendirian di Depok! Aku panggil bibi kos Mbak Sum untuk anterin ke RS Bunda Margonda naik ojek.  Tukang Ojek-nya tidak punya perasaan lagi, sudah dibayar 8rb malah minta 5rb lagi. Tidak pengertian membantu orang mau melahirkan!
Sampai di RS  langsung ke Ruang Observasi dengan penanganan yang bagus, suster-suster melayani dengan baik. Belum ada dokter, apalagi aku tidak merasakan mules sama sekali. Aku telpon adikku Nunie di Cilegon, aku telpon Mas Ipam dan Esmi. Esmi lagi arisan di Senopati Jaksel. Aku sms beberapa teman: bu Elida Loebis & Lia untuk menanyakan doa mau melahirkan. Akhirnya jam 14.00 aku diberi perangsang lewat "jalan bayi". Bi Sum pulang karena Mas Ipam datang. Sambil berdoa terus, aku teringat kesalahan-kesalahanku pada suamiku. Suami telpon nanyain kabar, aku minta maaf dan dia bilang segera menyusul ke Depok. 
Jam 16.00 tidak ada mules, Ipam pulang  digantikan Esmi menjagaku.. Aku khawatir kering jalan lahirnya. Tapi suster/bidan memberikan keterangan tidak apa-apa. Jam 17.00 Dokter Wahyu Utami yang cantik memeriksaku dan bilang bahwa aku diberi perangsang lewat suntikan, jika dalam waktu lama tidak ada rasa mules maka harus menunggu sampai jam 12 malam untuk operasi Caesar, karena jika di beri perangsang terus khawatir akan menginfeksi katuban dan berakibat ke Bayi. Suami datang jam 18.00 bersama kedua anakku kakak Asha dan mas Dai juga nunie dan para ART (Asisten Rumah Tangga): Yanti dan Yani Judes.
Aku tidak tahan dengan rasa sakit/mules mau melahirkan sehingga aku nangis-nangis, merajuk, minta caesar aja, apalagi dokter belum datang lagi. Para suster dan Suami selalu menenangkan aku, dokter akan datang jam 20.00. Masya Alloh.....padahal rasa mules dan ketuban yg pecah semakin banyak. Akhirnya Dokter datang jam 19.00. Alhamdulillah mulai proses melahirkan, dan berhasil lahir dengan normal. Anakku yang ke- 3 perempuan yang cantik dan langsung menyusu ke aku.
Betapa Bahagia dan haru atas karunia ini.
begitu banyak kenangan yang membuatku semakin paham bahwa aku harus bisa bersyukur dengan apa yang ku peroleh kemarin dan saat ini.
Smoga Alloh swt memberikan esok yg lebih baik dari hari ini.

Kamis, 22 Juli 2010

Pendaftaran DDIP di UI

Astagfirullah......kok bisa ya mendadak ingin ikut tes S3  di UI dengan beasiswa Dual Degree Indonesia Prancis.Gara-gara Dwinanto dan Siswo Wardoyo nih aku ikutan tertarik daftar UI.
Atau sebenernya aku sudah jenuh dengan pekerjaan sebagai Sekjur Teknik Elektro yang sangat menyita waktu? Sudah ingin berhenti sebelumnya karena banyak temen yang lebih berkompeten lho!
 Bismillah coba dulu aja. Dwinanto sudah email semua persyaratan ke Prof. Irwan Katili.
Aku coba ah.....Yuk, kita daftar kuliah lagi!

Rabu, 21 April 2010

SURAT KARTINI

Sahabat, selamat hari kartini.

Artikel dibawah diunduh dari http://kolomkita. detik.com/ baca/artikel/ 3/1490/surat_ kartini_2010
Jikalau bu Kartini masih hidup tahun 2010, mungkin begini gambaran surat beliau ke sahabat
beliau di belanda..

CITIZEN JOURNALISM: SIAPA SAJA, MENULIS APA SAJA
Surat Kartini 2010
Gemala Putri - Bogor

*) Apa yang akan ditulis Kartini kepada sahabatnya Stella Zeehandelaar jika beliau lahir pada abad ini, mungkin bukan surat yang diantar dengan kapal laut dan memakan waktu berbulan bulan, tapi mungkin sudah berupa email.

Emansipasi perempuan bukan lagi menjadi subyek keluhannya, karena sekarang perempuan sudah bebas bersekolah dan berkarir setinggi tingginya. Tapi mungkin kini ia mengeluhkan tingginya biaya bersekolah, karena pemerintah menarik subsidi pendidikan. Mengeluhkan penyelewengan yang berseliweran di negerinya.

Seperti inilah kurang lebih dalam imajinasi saya :


Bagiku Stella,.. masalah yang dihadapi oleh bangsaku kini adalah tingginya biaya pendidikan. Bayangkan Kalau dulu bangsamu perlahan membuka sekolah sekolah untuk para pribumi, ....kini para pembesar negeriku menutup kesempatan itu. Mereka merampas kesempatan satu satunya yang dimiliki saudaranya yang miskin dan melarat untuk merubah nasib melalui pendidikan. Pemerintahku mencabut subsidi yang sangat diperlukan oleh anak anak miskin untuk melanjutkan pendidikannya.

Kini perguruan tinggi kembali menjadi milik para pembesar dan kaum berpunya. Dengarlah Stella,.... keluhan orang tua tak berpunya yang membanting tulang siang malam demi biaya kuliah anak mereka. Berapa banyak tangan tengadah untuk memanjatkan doa di malam sepi, meminta agar diberikan sedikit rejeki demi sang anak.

Kini STOVIA hanya membuka pintunya sedikit saja untuk yang tidak ber-uang. Oh ya, STOVIA kini sudah berganti menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia jika kau belum tahu, tidak cukup otak pintar untuk menuju ke sana, tapi juga uang yang banyak.

Karena biaya pendidikan yang mahal itu, aku tidak heran jika para dokter menerapkan tariff mahal yang tidak mampu dijangkau oleh sebagian besar rakyat kami. Sementara penyakit penyakit aneh mulai bermunculan. Aku ingin bercerita tentang bayi berkepala besar yang terkatung katung di kampungnya. Orang tuanya tidak mampu membawanya berobat karena ketiadaan biaya. Surat miskin yang dikeluarkan oleh kepala desa tidaklah bermanfaat. Rumah sakit penuh dengan pasien melarat, pemerintah kami hanya mengeluarkan pernyataan tanpa tindakan.

Ingatkah kau akan Tjipto Mangoenkoesoemo? Betapa ia dulu dengan sukarela memberantas wabah pes yang merebak di seantero negeri, tanpa imbalan. Aku berharap akan ada Tjipto Tjipto lain, walaupun dengan rasa pesimis.

Duhai sahabatku,.. kini hatiku pedih oleh rintihan para pedagang, pengrajin dan petani kecil negeriku. Mereka orang orang yang tabah, membangun usahanya tanpa bantuan pemerintahku.

Berusaha mandiri dan tidak bersandar menjadi orang gajian semata. Tahukah kau Stella,.... setelah mereka memeras peluh memproduksi kebutuhan kami, sekonyong pasar diserbu oleh barang barang dari negeri seberang lautan. Pemerintah kami yang membuka pintu lebar lebar. Mereka tidak ingin bersusah payah mengurusi para petani dan pedagang kecil itu.


Bukankah rakyat negeriku sangat rajin Stella? Mereka berjuang beratus tahun, dari perang ke perang, dari tanam paksa, menjadi romusha sampai mengantar nyawa putra putra terbaik kami untuk meraih kemerdekaan.

Apakah kami sudah merdeka? Memang tidak ada lagi cambuk yang menggelegar menghantam tubuh kami. ....Tapi cambuk itu sudah berganti menjadi perjanjian perjanjian dagang bebas tarif antar Negara yang dengan cepat mencekik kami hingga sekarat.

Tapi kami masih tetap tegar tidak berputus asa, jika keadaan disini tidak tertahankan mengembaralah para lelaki dan perempuan kami ke negeri seberang. Apa pun kami lakukan demi mempertahankan daya hidup. Ketahuilah Stella kami bukan bangsa pemalas, saat rakyatmu masih bergelung dalam selimut di pagi buta, kami telah terjaga dan berjuang di jalanan, melawan situasi yang tak bersahabat.

Dulu, dibawah kekuasaan bangsamu ..kami masih mempunyai tanah untuk ditanami, sekarang semua musnah. Kau akan kaget... Sahabat, negeriku yang dulu hijau permai, kini penuh gedung tinggi. Di tanah kamilah gedung gedung itu berdiri, tidak semua untuk gedung, ada tanah kami yang terendam lumpur tanpa tahu apa dan siapa penyebabnya sehingga sebagian dari kami terlunta lunta kehilangan mata pencaharian.

Duh, sahabat, kini tanah kami mulai meranggas, namun masih tetap kaya raya. Kini orang orang asing itu kembali bukan untuk tanaman tapi untuk tambang..... . Para pembesar negeri yang mengundang mereka. Mereka mengaduk ngaduk tanah kami untuk emas, tembaga, batu bara, minyak bahkan gas. Kami hanya bisa menonton tanpa menikmati. Kekayaan negeri tidak lagi digunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Pasal pasal kesejahteraan rakyat yang susah payah dirancang oleh para Bapak bangsa kini tinggal arsip usang yang terabaikan.


Stella, aku tidak menyesal tidak jadi bersekolah di Belanda, di sini aku bisa tetap dekat dan melihat kondisi rakyatku. Aku akan berkeliling dari Sabang sampai Merauke mencoba bersama sama membangun industri rumah tangga yang nyaris binasa. Kau masih ingat kerajinan rakyat dari Jepara, tanah kelahiranku? Betapa indah bukan motif motif ukiran itu?

Ukiran itu adalah kekayaan rakyatku sejak ratusan tahun yang lalu, namun seakan belum puas masih ada bangsa asing yang tergiur dengan motif motif itu dan berusaha mengakui itu sebagai miliknya.

Stella, kenapa negeriku yang indah tak permanai ini terus menerus dirundung malang? Apa dosa kami.,,,, Mengapa anugerah yang kami terima selalu ingin dirampas oleh bangsa lain.

Tapi aku yakin, Tuhan tidak tidur. Ia tahu dan Ia menunggu.

Jika kau sempat ke Indonesia, kau akan kuajak menikmati hari hari di negeriku. Bangun pagi buta, memasak, pergi bekerja, berdesak desakan dalam kendaraan umum yang jauh dari nyaman sambil menghirup asap beracun dari saluran pembuangan kendaraan bermotor. ,,,,Sungguh berbeda dengan negerimu yang serba teratur.,,,, Di sini keringat kami biasa terperas tanpa mengeluh.

Datanglah sahabat, aku menunggu.
Rembang, 21 April 2010

Jurnal Teknika

Simulasi Perancangan Ridge Waveguide Laser untuk Radio Over Fiber (ROF)
Irma Saraswati
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Jl. Jend. Sudirman Km.3 Cilegon, Banten Indonesia 42435
irma_saraswati@yahoo.com

Abstrak. Pengguna komunikasi memerlukan sistem komunikasi yang efektif digunakan kapanpun, dimanapun dan di semua media yang diinginkan. Sistem komunikasi tersebut lebih efektif dilakukan oleh jaringan nirkabel yang memanfaatkan teknologi radio over fiber (ROF) dengan sistem jaringan RF yang menggunakan serat optik mode tunggal. Untuk itu diperlukan divais laser semikonduktor yang mempunyai noise dan distorsi rendah pada frekuensi tinggi. Pada penelitian ini dilakukan studi mengenai teknologi informasi, ROF dan laser semikonduktor serta merancang secara optimal laser yang sesuai aplikasi ROF yaitu laser Ridge Waveguide. Dibutuhkan optimalisasi menyeluruh tebal lapisan di daerah aktif dan separated confinement heterostructure (SCH) pada laser agar tidak menurunkan kinerja parameter lain. Dari hasil simulasi didapat struktur ridge waveguide menghasilkan operasi single mode 1550 nm dengan optical confinement factor 0,186, sudut keluaran cahaya (far field divergence) 450, optical loss 0,003 cm-1, interval grating duty cycle antara 0,5-0,6 dan loss permukaan 24 cm-1.
Kata kunci: Laser ridge waveguide, ROF, confinement factor, far field

Abstract. Present consumers need reliable and cost effective communication system that can support anytime, anywhere, and anymedia they want. Communication system will be effective with wireless using radio over fiber (ROF) technology. Link ROF system is most common RF transmission uses single mode optic fiber. For that purpose, semiconductor laser device which low noise dan low distortion at high frequencies is needed. Studied in this research are focused on information technology, ROF and semiconductor laser. Then optimum laser was designed due to ROF application in ridge waveguide laser. However, a whole optimalization on thin layer at active region and separated confinement heterostructure (SCH) is needed in order not to reduce other parameter performance. This simulation results ridge waveguide structure which single mode 1550nm with optical confinement factor 0,186, far field divergence 450, optical loss 0,003 cm-1, grating duty cycle interval 0,5-0,6, and surface loss 24 cm-1.
Key words: Ridge Waveguide Laser, ROF, confinement factor, far field